forum syair totoSerambi Kaili Kamus Bahasa Kaili togel

Serambi Kaili Kamus Bahasa Kaili togel. Kamus Bahasa Kaili-Ledo ini belum sempurna. Kamus ini masih bisa diperbaiki dan ditambah kata. Kalau ada usul saudara, tolong klik di bawa untuk hubungi kami dan kirimkan pesan itu ke kami!

Suku Kaili yang suku di Indonesia yang mendiami sebagian besar provinsi Sulawesi Tengah, khususnya wilayah Donggala, Sigi, dan Palu, di seluruh wilayah di lembah antara Gunung Gawalise, Gunung Nokilalaki, Kulawi, dan Gunung Raranggonau. Mereka juga mendiami pantai timur Sulawesi Tengah, termasuk kabupaten-Parigi Moutong, Tojo Una-Una dan Kabupaten Poso. Kaili masyarakat suku yang mendiami kota / desa di Tomini yaitu Tinombo, Moutong, Parigi, Sausu, Ampana, dan Tojo Una Una, berada di Poso mereka mendiami daerah Mapane, Uekuli dan pesisir Poso.

Baca Juga Kalender togel online

Serambi Kaili Kamus Bahasa Kaili togel

Serambi Kaili Kamus Bahasa Kaili togel

SERAMBI MUSIK

01: Ino Kutove
02: Masolora
03: Tovemu Ripulara
04: Pilu
05: Gampiri
06: Tuvu Sambaa
07: Kedomu
08: Posinggava
09: Noki Lalaki
10: Maipia Manjili
11: Tanaggu Kaili 12: Neporayu
13: Janji Riremevula
14: Toraranga
15: Pajonjita
16: Leku Panjosoka
17: Palu Ngataku
18: Enge Momi
19: Salandoa
20: Momiribivi
21: Kereta Senja
22: Senandung Cinta
23: Kok Jadi Gini
24: Kau Yang Mempesona
25: Kau Awal Segalanya
26: Mata Pimpong
27: Apa Salahku
28: Jangan Pernah Ragukan
29: Bukalah Kaca Matamu
30: Kasih Tak Sampai
31: Maafkan Diriku
32: Angin Surga
33: Layar Tancap
34: Bangku Tua
35: Nostalgia
36: Catatan Si Doi
37: Bandar Udara
38: Mengapa Kita Berjumpa
39: Gara-Gara Kamu
40: Dibatas Kota
41: Hati yang luka
42: Cuma kamu
43: Goresan Cinta
44: Terlambat sudah
45: Di Bui
46: Cinta dan Permata
47: Angin Laut
48: Cemburu Buta
49: Dindaku
50: Misteri Cinta
51: Dilema Cinta
52: Bunga Mawar
53: Kau, Aku dan dia
54: Senyum dan tangis
55: Bidadariku
56: Bunga asmara
57: Senandung Cinta
58: Senandung rindu
59: Mahligai cinta
60: Kekasih Gelapku
61: Janjimu
62: Tak Kuasa
63: Melatiku
64: Cukup Sudah
65: Cinta terlarang
66: Tenda biru
67: Terlena
68: Suling bambu
69: Badai Asmara
70: Cinta Satu Malam
71: Keong Racun
72: Rembulan
73: Tanda Mata
74: Aga Sambula
75: Bija Sasio
76: Naria Tupuna
77: Rasa Nggeo
78: Niraga Putina
79: Pogoli Luna
80: Uda Bongi Minggu
81: Niraga Puntiana
82: Ngana Pejani
83: Arang Tampurung
84: Orang Pelaki
85: Ayam Bangkok
86: Busu-Busu Kita Pelaki
87: Soterlambat
88: Torang Samua Basudara
89: Bodi Konteiner
90: Bintang Kejora
91: Ana Risampenang
92: Musalaina
93: Mangitu-ngitu
94: Cau’na Matajjeng
95: Cule-cule eloku
96: Aseng bale bola
97: Bulu Ceppi
98: Ana dara sibali tudang
99: Tau Sebbung Tudang
00: Sayo Nara

Serambi Kaili Kamus Bahasa Kaili togel

Pria berusia sekitar 60 tahunan yang berbaju kotak abu-abu itu tiba-tiba berujar “Aaa, ledo, ledo…”saat menimpali lawan bicara yang duduk di seberangnya. Beberapa kali terdengar ulangan kata yang sama yaitu, ledo yang ternyata bermakna “tidak”. Seperti hampir di seluruh rumpun etnik Kaili, rumpun etnik Kaili Ledo juga menggunakan sebutan lokal untuk kata “tidak” sebagai identitas “nama” dari Masyarakat yang berasal dari Ngata Raranggonau itu. Ricu nama pria itu, mengatakan bahwa memang penyebutan lokal untuk kata “tidak” dijadikan sebagai penamaan rumpun etnik Kaili yang tersebar di tanah Sulawesi Tengah seperti rumpun Kaili Ledo, rumpun Kaili Rai, rumpun Kaili Ija, rumpun Kaili Da’a, dan seterusnya.

Joisman Tanduru, Kepala BRWA Sulawesi Tengah mengatakan bahwa kata “Kaili” pada dasarnya merupakan sebutan bagi masyarakat yang berasal dari pegunungan dan pesisir di wilayah Sulawesi Tengah, sedangkan untuk mengidentifikasi rumpun masyarakat yang beragam digunakan identitas bahasa dengan penyebutan lokal untuk kata “tidak” sebagai nama rumpunnya. Oleh karena itu, penyebutan masyarakat Kaili seringkali diikuti dengan identitas dialek yang dipakainya misalnya, orang-orang Da’a dengan dialek Da’a, orang-orang Ledo dengan dialek Ledo, dan sebagainya. Tidak diketahui secara pasti mengapa kata “tidak” menjadi simbol dari penamaan rumpun-rumpun etnik Kaili. Hanya, jika sedang berbaur dengan masyarakat etnik Kaili memang ujaran “tidak” dalam bahasa lokal itu sering terdengar sehingga terasa familiar.

“Tata Bahasa Singkat” ini diterbitkan di buku Kamus Bahasa Kaili-Ledo – Indonesia – Inggris tahun 2003.

Kamus masih dijual di Museum Sulawesi Tengah di Jalan Kemiri No. 23, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.